Pengelola Program Bidikmisi Persada Bunda, Rahmi Zainal, SE, M.Ak. (Foto: istimewa)

Pekanbaru (RiauNews.com). Sebanyak 23 orang mahasiswa hasil seleksi Program Beasiswa  Bidikmisi Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Riset Dikti), resmi mengikuti perkuliahan perdana di  Yayasan Perguruan Persada Bunda, Senin (30/09/2019).

Untuk tahun ini, 5 orang mahasiswaBidikmisi di tempatkan di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Persada Bunda, 8 orang di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Persada Bunda, 5 orang di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Persada Bunda, dan 5 orang di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Persada Bunda.

Disebutkan Pengelola Program Bidikmisi Persada Bunda, Rahmi Zainal, SE, M.Ak, penjaringan calon mahasiswa Bidikmisi tahun ini sangat selektif sesuai aturan yang diberlakukan Kementertian Ristek Dikti.

“Selain adanya rekomendasi dari sekolah asal, surat keterangan dari Kelurahan tempat mahasiswa berdomisili merupakan hal wajib yang harus dipenuhi. Bila data sudah lengkap, pihak kami akan turun ke lapangan untuk melakukan validasi data,” ujar Rahmi Zainal.

Dijelaskan Rahmi, Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik,  namun memiliki keterbatasan ekonomi  melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Ada dua komponen yang dibayarkan pemerintah kepada penerima Bidikmisi, pertama bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan sebesar Rp. 2,4 juta per semester dan kedua, bantuan biaya hidup sebesar Rp. 4,2 juta per semester yang langsung disetorkan ke rekening mahasiswa bersangkutan,” ungkap Rahmi.

Ditanya jumlah seluruh  mahasiswa Bidikmisi yang kuliah di Persada Bunda, Rahmi mengatakan ada sekitar 70 orang, dan 30 orang diantaranya telah menyelesaikan studi.

“Mahasiswa Bidikmisi di Persada Bunda cukup berhasil, terbukti 30 orang telah memperoleh gelar sarjana dari berbagai disiplin ilmu dan 75 persen diantaranya telah berkerja,” pungkas Rahmi.***